Kerugian Material yang Terukur

Sementara para politisi sibuk berdebat dan para birokrat sibuk “manut”, ada kerugian material yang telah dan akan diderita oleh rakyat Indonesia. Center of Economic and Law Studies (Celios) telah menghitung dampak ekonomi dari kebijakan ini :

Pertama, penurunan Produk Domestik Bruto (PDB): hingga Rp39,29 triliun. Uang yang seharusnya berputar di dalam negeri, menggerakkan pabrik-pabrik di Karawang dan Bekasi, malah mengalir ke India.

Kedua, penurunan pendapatan masyarakat: sekitar Rp39 triliun. Ini adalah gaji yang hilang dari buruh, teknisi, dan pekerja di sepanjang rantai pasok otomotif.

Ketiga, pemangkasan surplus industri otomotif: Rp21,67 triliun. Keuntungan yang seharusnya bisa diinvestasikan kembali untuk riset dan pengembangan, lenyap.

Keempat, pehilangan pendapatan tenaga kerja: Rp17,39 triliun. Ini adalah PHK diam-diam yang akan terjadi jika pabrik-pabrik lokal kehilangan pesanan.

Kelima, penurunan penerimaan pajak bersih: Rp240 miliar. Negara sendiri dirugikan.