Kecemasan Manusia Pada Ciptaannya

Berkat kekuatan akal budi hari ini homo sapiens telah berhasil menciptakan TD. Manfaatnya sangat besar bagi kehidupan umat manusia. Namun demikian, akhir-akhir ini manusia mulai merasa cemas dengan AI hasil karya tangannya sendiri. Penyalagunaan mesin-mesin digital cerdas telah melahirkan dampak-dampak negatif bagi masyarakat. Cerita ini hampir mirip dengan kisah Tuhan menyesal telah menciptakan manusia sebab mereka banyak melakukan kejahatan di bumi.

Untuk mencegah dampak-dampak negatif dari AI pemerintah-pemerintah di dunia dan organisasi-organisasi internasional telah mengadakan diskusi untuk membahas resiko destruktif dari AI terhadap masa depan umat manusia pada abad 21 ini. Misalnya, pemerintah Amerika Serikat (AS) telah membuat sebuah undang-undang baru tentang teknologi AI sebagai langkah preventif untuk melindungi data warga AS. Presiden Biden mengatakan bahwa seseorang harus waspada terhadap ancaman yang dapat ditimbulkan oleh teknologi baru (AI) terhadap demokrasi dan nilai-nilai kita. Langkah pemerintah AS ini diapresiasi oleh kantor berita Reuters, sebagai kemenangan pemerintahan AS dalam hal regulasi AI (france24.com). Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menggelar KTT global untuk memetakan batasan penanganan dan potensi AI bagi masa depan umat manusia di Jenewa.