Kemungkinan-kemungkinan di atas bisa saja terjadi. Sebab menurut Zygmunt Bauman (2000) kita hidup dalam sebuah modernitas yang sangat cair di mana kita tidak tahu bagaimana dengan kehidupan kita 25 tahun mendatang. Sebab menurutnya, hari demi hari ada begitu banyak jalan menuju alamat yang berbeda-beda dan kita tidak tahu jalan setapak mana yang harus kita lewati. Mungkin saja 30 tahun mendatang AI sudah bisa mengatasi kematian tubuh manusia dan kita akan menjadi muda selamanya seperti yang dikatakan oleh Yuval Noah Harari. Atau barangkali terjadi sebaliknya bahwa tubuh manusia akan menjadi lebih cepat keriput, usia manusia akan menjadi semakin singkat, dan akan muncul khaos sosial tidak karuan akibat penggunaan teknologi canggih yang tak terkontrol.

Manusia Tuan Atas Ciptaannya

Berpapasan dengan kecemasan manusia atas dampak-dampak destruktif yang ditimbulkan oleh AI, Paul Valery dalam karya Modernidad Líquida (Zygmunt Bauman, 2000) mengajukan pertanyaan berikut. Bisakah pikiran manusia mampu menguasai apa yang telah diciptakan olehnya? Tak seorang pun ingin apa yang telah dia ciptakan menjadi tuan bagi dirinya. Manusia adalah tuan atas segala ciptaannya. Ia memiliki kuasa mutlak untuk menguasai apa yang telah dia buat dengan jari-jarinya sendiri. Karena itu, tentu saja pikiran homo sapiens bisa mengontrol AI, hasil karya tangannya sendiri.