Kupang, KN – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa kualitas pendidikan di NTT masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus dibenahi bersama.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan pada kegiatan Pengukuhan Ibunda Guru Provinsi NTT dan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT di Aula El Tari Kupang, Jumat (29/5/2026).
“TKA kita masih bercokol di tiga terbawah. Kita masih bertahan di urutan 36 dari 38 provinsi se-Indonesia, tapi minat baca kita tertinggi secara nasional. Nah, ini ada yang salah dari cara kita mengurus pendidikan NTT,” kata Melki.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan serius yang harus dijawab melalui pembenahan menyeluruh terhadap sistem pendidikan di NTT.
“Ini tantangan kita bersama. Tahun depan kita mesti naik kelas. Karena itu harus ada cara-cara baru yang kita pikirkan untuk perbaikan kualitas pendidikan kita ke depan,” ujarnya.
Untuk diketahui, saat ini Pemerintah Provinsi NTT telah meluncurkan Peraturan Gubernur Nomor 24 Tahun 2026 tentang Gerakan Jam Belajar di Lingkungan Masyarakat sebagai salah satu langkah membangun kembali budaya belajar di rumah dan lingkungan masyarakat.





Tinggalkan Balasan