KUPANG, KN — Pemerintah Kota Kupang menaruh perhatian serius terhadap lembaga pendidikan keagamaan yang konsisten melahirkan tenaga pendidik dan pelayan pastoral berkualitas.
Apresiasi tinggi tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Kupang saat menghadiri upacara kelulusan sarjana Sekolah Tinggi Pastoral (STIPAS) Keuskupan Agung Kupang Angkatan XXIV di Hotel Harper Kupang.
Lembaga tinggi ini dinilai sukses mengawinkan ilmu pengetahuan akademik dengan kebijaksanaan moral, sehingga para lulusannya siap menjadi motor penggerak kerukunan dan kemajuan daerah di Nusa Tenggara Timur.
Makna Pembangunan Manusia di Samping Infrastruktur Fisik
Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menggarisbawahi bahwa tolok ukur kemajuan sebuah daerah tidak boleh hanya ditinjau dari kemegahan bangunan atau fasilitas fisik semata.
Investasi terbesar yang harus diupayakan secara berkelanjutan adalah pembentukan karakter manusia yang berintegritas, berbudaya, dan memiliki empati tinggi terhadap sesama.
Pemerintah memandang STIPAS telah mengambil peran krusial tersebut dengan mendidik para mahasiswa menjadi pribadi yang seimbang antara kapasitas intelektual dan kematangan iman.
“Pemerintah Kota Kupang mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada STIPAS yang telah membantu menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan berkarakter. Membangun kota bukan hanya membangun gedung, jalan, dan jembatan, tetapi juga membangun manusia yang memiliki pendidikan, kesehatan, kepedulian, serta saling menghormati,” tutur dr. Christian Widodo.
Sinergi Lintas Sektor untuk Mutu Pendidikan Tinggi
Di sisi lain, Ketua STIPAS Keuskupan Agung Kupang, Dr. Florens Maxi Un Bria, S.Ag., M.Sos., menyatakan bahwa reputasi akademik yang diraih lembaga ini merupakan buah dari kolaborasi solid antara pihak gereja, birokrasi pemerintahan, dosen, serta orang tua murid.
Komitmen untuk mendongkrak mutu riset dan publikasi ilmiah akan terus dipacu ke depan.
Menutup rangkaian acara, Wali Kota kembali mengingatkan bahwa esensi dari kemajuan tata kota yang sesungguhnya berakar dari kualitas budi pekerti warganya sendiri.







Tinggalkan Balasan