Tiga puluh tahun lalu pernahkah Anda membayangkan bahwa suatu saat nanti Anda tinggal di Amerika Latin dan akan memegang di tanganmu sebuah Smartphone ajaib yang bisa mempertemukan wajah dan suara Anda dengan keluargamu yang tinggal jauh di pulau Timor sembari bercerita melepaskan rindu dan tertawa terbahak-bahak? Pernahkah Anda berpikir bahwa suatu hari nanti Anda duduk manis di dalam rumahmu selama masa pandemi Covid-19 tetapi Anda masih bisa mengikuti kuliah jarak jauh dengan dosen dan teman-temanmu di Jakarta melalui layar zoom meeting? TD bisa membuat apa yang dulu tidak mungkin menjadi mungkin. Anda bisa kuliah jarak jauh, Anda bisa menelpon keluargamu dan melihat dari jauh keadaan mereka di seberang sana. Apa yang tak pernah terbayangkan di kepala kita pada masa lalu kini telah menjadi realitas.
Kita dan Algoritma TD
Berkat ledakan dahsyat TD di abad 21, gaya hidup kita hari ini berbeda 180 derajat dari leluhur kita pada beberapa abad yang lalu. Kita mestinya pukul dada dan bersyukur karena zaman kita sungguh jauh lebih maju dalam segala hal dari pada masa lalu leluhur kita. Pada generasi leluhur kita, teknologi yang melekat pada tangan-tangan mereka adalah teknologi kampung, yaitu parang, cangkul, pacul, sekop, tombak dan lain-lain untuk beraktivitas. Namun, teknologi kampung tersebut tidak mempunyai alogritma yang mesti dituruti oleh para leluhur kita, justru sebaliknya.





Tinggalkan Balasan