Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Rote Ndao, Yosep Pandie, saat didatangi dua kali pada tanggal 16 dan 17 April 2024 di ruang kerjanya, membenarkan adanya 18 sekolah negeri yang dibangun di sejumlah kecamatan Rote Ndao dan semuanya dalam kondisi rusak hingga saat ini.

“Iya, ada 18 sekolah yang dikerjakan di beberapa kecamatan, dan memang kondisinya rusak, mereka (kepsek) sudah lapor tapi persoalan berlarut-larut karena dari awal memang sudah salah dan tidak jelas,” tandas Yosep.

Dari awal sudah salah karena menurut dia, sempat terjadi pergantian material batu yang diketahui seharusnya bata merah namun diganti batako dan menjadi persoalan yang akhirnya proyek di 18 sekolah tersebut sempat dihentikan. Bahkan material pasir pun diganti. Proyek itu seharusnya menggunakan pasir Takari yang ada di Kecamatan Takari Kabupaten Kupang, namun diganti dengan pasir lokal dari Rote Tengah yang banyak mengandung lumpur.

Yosep manambahkan, saat serah terima pun semua kepala sekolah menolak penandatangan Berita Acara. “Saat serah terimapun teman-teman (kepsek) banyak mengeluh, tapi kita tidak bisa buat apa-apa,” kata Yosep.