Tak hanya ruang kelas Silvi, ruang kelas V dengan siswa 13 orang juga mengalami kejadian serupa, yakni ambruknya plafon gipsum pada 11 Maret 2024, pukul 13.00 wita, namun beruntung tak ada siswa maupun guru, karena saat itu sekolah sedang libur Hari Raya Nyepi.
Orang tua Silvi yang mengetahui kejadian itu, khawatir dengan keselamatan anaknya. “Saya takut anak celaka, cemas saja, karena saat itu dengar informasi plafon runtuh, untung mereka tidak dalam kelas,” kata ibu Henni.
Kepala Sekolah (Kepsek) SD Kapadanon, Marlin Dalla, saat di temui di Rote, Selasa, 16 April 2024, membenarkan kejadian yang nyaris membawa petaka bagi siswa maupun pengajar. Saat kejadian, dirinya berada di lokasi, karena menempati mess sekolah atau rumah tinggal bagi guru daerah terpencil, yang juga merupakan bangunan baru senilai Rp 890 juta yang juga masuk dalam paket proyek pekerjaan Rehabilitasi dan Renovasi Sarana Prasarana Sekolah Se Kabupaten Rote Ndao yang juga dalam kondisi rusak parah. “Saat plafon runtuh, untung saja anak-anak tidak ada dalam kelas, kalau tidak pasti mati, karena jatuhnya secara utuh dan menyeluruh,” kata Marlin.



Tinggalkan Balasan