“Saya tidak tahu ada penolakan dari kepsek karena waktu PHO sudah selesai,tapi kalau memang ada rusak, saya atensi,”kata Darwis.

Darwis juga mengaku, nilai proyek pekerjaan rehabilitasi dan renovasi sarana prasarana sekolah se kabupaten Rote Ndao yang semula sebesar Rp.38,1 milliar tersebut, ditengah pengerjaan mengalami kenaikan nilai proyek menjadi sebesar Rp.41milliar dengan alasan ada addendum untuk prasarananya seperti pagar, tempat cuci tangan, gapura sehingga ada penambahan besaran nilai proyek tersebut. Selain itu untuk material pasir yang diganti, katanya tetap memakai pasir Takari, pengantian material hanya pada batu bata merah yang diganti batako, karena material tersebut tidak terdapat di Rote.”Semua material seperti pasir dari Kupang, yang diganti hanya batako, karena batu bata merah tidak ada di Rote,”tutup Darwis. (Klub Jurnalis Investigasi NTT).