Pelaksana Proyek, Reynaldo Sonbay alias Aldo, saat dikonfirmasi mengaku dipekerjakan secara lisan tanpa kontrak kerja apapun karena hubungan kenalan dengan kontraktor, Haji Darwis dan ditunjuk menjadi pelaksana proyek khusus mengawasi para pekerja konstruksi. Dia juga mengaku tidak memiliki latar belakang pendidikan teknik melainkan lulusan S2 prgram Ilmu Komputer. “Saya lulusan S2 Komputer, tapi diminta Haji Darwis untuk kerja. Saya ya kerjanya mengawasi para tukang,” ujarnya.

Saat ditanyai soal pergantian material, Aldo tidak menampik bahwa dalam proses pengerjaan gedung-gedung sekolah terdapat pergantian salah satu material yakni batu bata merah diganti batako. “Kalau soal pembongkaran setahu saya di SD Onatali itu memang dibongkar ganti batako. Tapi secara keseluruhan semua proyek sekolah sudah sesuai spek,”tambah Aldo

Oknum lainnya yang disinyalir juga terlibat tanpa ikatan sub kontrak yakni pengusaha asal Kupang, Aming Tandjung. Namun Aming menjelaskan bahwa keterlibatannya sebagai suplai material hanya berjalan selama tiga bulan. Setelah itu dia mengundurkan diri lalu digantikan temannya, Simson Polin, caleg DPRD terpilih periode 2024 – 2029 asal partai PSI Kabupaten Rote.