“Saya memang kerja dari awal, tanpa ada kontrak, karna saya hanya membantu tapi kemudian saya berhenti setelah tiga bulan pengerjaan, diganti Simson Polin, nanti sama Simson saja, karena dia yang di lapangan,” kata Aming saat ditemui dikediaman seputaran Kuanino, Rabu, 1 Mei 2024.
Saat ditanya apakah saat masih sebagai supplier ada kejadian pergantian material bata merah ke Batako, dia juga mengakui ada pergantian material bahan bangunan bata merah ke batako “Setahu saya hanya yang di speknya harus bata merah, karena tidak ada, diganti batako untuk semua sekolah, hingga di buat CCO dan itu di setujui kepala balai,” tambah Aming.
Supplier material proyek Sarpras, Simson Polin, yang dikonfirmasi pada hari yang sama Rabu, 1 Mei 2024, mengaku hanya membantu untuk pengadaan material dan tanpa ada ikatan kontrak atau sub kontrak untuk proses pembangunannya dan mengantikan posisi Aming sebagai supplier material. “Kalau saya berteman dengan Aming, dimintai tolong untuk suplai batu karang, batu kali, dan bahan bangunan lainnya,” ujarnya.
Soal adanya pergantian beberapa jenis material bangunan seperti pasir dan batako dirinya mengaku tidak tahu menahu sama sekali, begitu juga kondisi sekolah yang sudah dalam keadaan rusak. Pasalnya saat proses serah terima, semua sekolah dalam kondisi baik, “Saya tidak tahu kalau sekolah rusak dan ada pergantian material, karena waktu PHO semua dalam kondisi baik, kalau sekarang rusak, barangkali karena cuaca hujan dan angin belakangan ini,” kata Simson.
Sementara itu, PPK BPPW wilayah I NTT, Hendro Ndolu, saat di temui di area parkiran kantor BPPW, Selasa, 30 April 2024, tak menjawab detail perihal konfirmasi dan mengatakan tidak tahu menahu adanya sekolah yang rusak. “Beta (saya) sonde (tidak) tahu sekolah rusak. Untuk tanggapan, nanti beta lapor pimpinan dulu. Beta juga punya hak pribadi. Kalau saat ini, beta konfirmasi pimpinan dulu. Maaf saya pulang makan dulu,” katanya sambil berjalan menjauh.
Kepala BPPW NTT, Ika Sri Rejeki, saat didatangi di kantor BPPW NTT mengaku tidak tahu menahu terkait proyek sekolah Rote Ndao, karena baru menjabat tahun 2024, menggantikan kepala Kepala Balai PPW NTT yang sebelumya dijabat Normansjah Wartabone yang kini dipindahkan ke Balai PPW Provinsi Gorontalo. “Kalau masalah sekolah, terus terang saya belum tahu, karena saya baru 3 bulan di sini. Intinya saya tanya dulu Satker dan PPK, Hendro Ndolu, kalau saya tidak tanya saya tidak bisa jawab,” kata Ika.







Tinggalkan Balasan