Ketiadaan Kebaikan
Pertanyaan yang mesti diajukan di sini ialah mengapa seorang profesor, agen ilmu pengetahuan dan moral terjebak dalam praktik korupsi? Dalam kajian moral Thomas Aquino kita bisa menemukan salah satu jawabannya, yaitu ketidakhadiran kebaikan (absence of goodness). Absennya kebaikan dalam diri bisa merusak tabiat dan mental seseorang serta membuat siapa saja, termasuk sang profesor sekalipun akan bertindak di luar penalaran moral. Dalam kasus Rektor Karomani, ketika sang profesor memutuskan untuk menetapkan jumlah uang suap dari para mahasiswa barunya, di saat itu pula beliau mematikan tombol kebaikan dalam dirinya lalu mengaktifkan tombol keserakahan. Maka, lahirlah keinginan untuk memeras mahasiswa baru jalur mandiri. Nah, kejadian seperti ini bisa menimbulkan seribu satu pertanyaan publik bahwa jangan sampai titel akademik profesor dan jabatan mentereng (rektor) yang melekat pada diri Prof. Karomani adalah hasil suap pejabat kampus dan penguasa di dalam Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Mungkin saja.
Korupsi Sang Profesor
Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini





Tinggalkan Balasan