Jika sudah dilakukan FEED (Front End Engeneering and Desaign), maka FMO akan memberikan hibah sebesar 35 % dari total pembiayaan. Artinya sisa pinjaman lunak menjadi lebih kecil yakni 65%. Sementara usia jembatan tersebut di desain untuk 50 tahun ke depan. Dengan demikian pembiayaan pembangunan jembatan dan PLTAL nya, pemerintah Indonesia tidak mengeluarkan biaya sama sekali, karena jembatan dan power plantnya akan membiayai dirinya sendiri dengan revenew dari hasil penjualan listriknya yang di manfaatkan oleh PLN,” terangnya.
“AMDAL(untuk standar Indonesia) dan ESIA (amdal untuk standar Internasional sudah dilakukan dengan kesimpulan, Jembatan dan PLTAL Larantuka, layak bangun dan layak lingkungan,” terangnya.
Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis, PT PLN Pusat, Hartanto Wibowo mengatakan bahwa, energi yang dihasilkan oleh arus laut dan gelombang laut adalah energi yang sangat potensial untuk di eksplorasi dalam mendukung program Presiden Jokowi dimana saat ini Indonesia berada dalam transisi energi.





Tinggalkan Balasan