Kupang, KN – Pemerintah pusat melalui Deputy 1 Kepala Staf Presiden Republik Indonesia yang membidangi Infrastruktur, Energi dan lovestasi, Febry Calvin Tetelepta mendukung penuh pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dukungan ini disampaikan Febry dalam rapat bersama Kementerian PUPR, Kementerian ESDM, Dirut PT. Tidal Bridge Indonesia, PLN dan Pemprov NTT di Ruang Rapat Utama Gedung Bina Graha Kantor Stal Presiden, Jin. Majapahit, Gambir – Jakarta Pusat Pada hari Selasa, (26/3/2024).
Pertemuan dengan sejumlah pihak ini membahas rencana Pembangunan PLTAL Larantuka, usulan pembangunan lembatan Selat Larantuka Jembatan Pancasila Palmerah untuk mendukung PLTAL Larantuka, dan potensi dukungan dan kerja sama dalam rangka percepatan pembangunan PLTAL Larantuka.
Deputy 1 KSP Febry Calvin Tetelepta dalam pertemuan tersebutnmengatakan bahwa, salah satu tugas KSP adalah untuk mengawal semua PSN (Proyek Strategis Nasional) yang belum rampung dalam masa pemerintahan Presiden Jokowi.
Salah satunya adalah rencana Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut Larantuka NTT yang sudah lebih dari 8 tahun belum direalisasikan sejak tahun 2016.
“PLTAL Larantuka ini sudah pernah masuk di RUPTL Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik 2019-2028. Namun sempat dikeluarkan dari RUPTL 2021-2030 karena PS dari Tidal Bridge belum memenuhi kelayakan keekonomian dari PLN. Namun proyek ini juga dalam kerangka kerja sama di bidang energi antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Belanda, sehingga dalam RUPTL 2024-2033 pembangkit listrik tenaga arus laut kembali dimasukkan,” ujar Febry dalam keterangan tertulisnya yang diterima media ini, Kamis (28/3/2024).
Selain itu, ia menyebut, PLTAL Larantuka telah mendapatkan komitmen pembiayaan dari Bank Pembangunan Belanda (FMO). Namun PT. Tidal Bridge membutuhkan jembatan karena turbin pembangkit energinya akan dipasang di badan Jembatan yang akan menghubungkan pulau Flores dan pulau Adonara di NTT



Tinggalkan Balasan