Latief menambahkan, biaya untuk membangun jembatan dan PLTAL ini diperkirakan sekitar $ US 225 jt (Rp. 3T) yang semuanya dibiayai oleh Bank Pembangunan Belanda (FMO/Nederlandse Financierings -Maatschappij voor Ontwikkelingslanden N.V), dalam bentuk Loan atau pinjaman lunak dengan durasi pinjaman selama 20 tahun.

Jika sudah dilakukan FEED (Front End Engeneering and Desaign), maka FMO akan memberikan hibah sebesar 35 % dari total pembiayaan. Artinya sisa pinjaman lunak menjadi lebih kecil yakni 65%. Sementara usia jembatan tersebut di desain untuk 50 tahun ke depan. Dengan demikian pembiayaan pembangunan jembatan dan PLTAL nya, pemerintah Indonesia tidak mengeluarkan biaya sama sekali, karena jembatan dan power plantnya akan membiayai dirinya sendiri dengan revenew dari hasil penjualan listriknya yang di manfaatkan oleh PLN,” terangnya.

“AMDAL(untuk standar Indonesia) dan ESIA (amdal untuk standar Internasional sudah dilakukan dengan kesimpulan, Jembatan dan PLTAL Larantuka, layak bangun dan layak lingkungan,” terangnya.

Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis, PT PLN Pusat, Hartanto Wibowo mengatakan bahwa, energi yang dihasilkan oleh arus laut dan gelombang laut adalah energi yang sangat potensial untuk di eksplorasi dalam mendukung program Presiden Jokowi dimana saat ini Indonesia berada dalam transisi energi.

Ia menyatakan, selama ini telah terjadi bottle neck atau penghambat terealisasinya PLTAL Larantuka sejak 2018, yakni bagaimana memadukan investasi jembatan dan energi arus laut. Sehingga untuk melakukan debottlenecking nya adalah dengan melakukan kolaborasi Empat Pihak yakni Pemda NTT sebagai Pengguna/Penerima Manfaat, Kementrian PUPR sebagai penanggung jawab teknik dan owner jembatan, PT. PLN sebagai Strategic Patner dan off taker dan PT. Tidal Bridge sebagai Technologi Owner dan Financial Arranger.

“Sementara untuk harga jual listrik yang akan dihasilkan oleh teknologi ini yang semula Rp. 1.750/kWh atau $11 cent/kWh menjadi Rp.1.200/kWh atau $7 cent/kWh adalah harga jual yang sangat attractive dan layak diterima oleh PLN,” tandasnya. (*)