Sehingga penyebab banyak sinetron berkualitas tidak jadi tayang atau berhenti di tengah-tengah. Dilihat dari hal tersebut, sejujurnya kualitas serial di Indonesia sendiri tidak jauh lebih baik dari anime dulu, bahkan lebih buruk. Seringkali tayangan sinetron lebih banyak membawa pengaruh negatif terhadap perkembangan otak.

Yang ditayangkan kebanyakan adalah percintaan, gaya hidup konsumtif hingga obrol-obrolan yang tidak berkualitas serta tidak mendidik. Hal ini dapat dilihat dari cara penerapan di kehidupan kita. Dalam banyak sinetron ditemui anak-anak sekolah yang memakai seragam tidak rapih, dugem, mabuk-mabukan, perkelahian karena memperebutkan pacar, dan sikap orangtua yang sadis dan gemar menyiksa.

Selain itu, banyaknya adegan dalam sinetrn yang tidak masuk akal. Misalnya, adegan tabrak lari adalah adegan favorit untuk “membunuh” salah satu tokoh dalam sinetron, karena proses shooting yang mudah dibandingkan dengan cara lainnya. Namun, yang menjadi masalah adalah proses saat tabrak lari tersebut. Seseorang yang sedang menyeberng jalan dengan melamun, tiba-tiba ada mobil atau truk yang berjalan dengan cepat sambil membunyikan klakson.