Selain perempuan, anak-anak dan remaja juga ditempatkan sebagai korban terdampak tayangan sinetron. Anak-anak dan remaja dianggap belum dapat mengontrol diri dalam memilih tontonan yang bermanfaat dan sesuai usia mereka (Astuti, 2010). Anak-anak dan remaja merupakan kelompok terdampak utama tayangan sinetron Indonesia. Akibat sinetron Indonesia, siswi sekolah menengah dan mahasiswi berpakaian seksi sehingga menimbulkan syawat pada laki-laki dan efeknya siswi dan mahasiswi tersebut kehilangan harga diri. Artinya, anak-anak dan remaja menjadi target sasaran sinetron bertema remaja dengan segala bentuk penyimpangannya.

Kondisi tersebut menuai banyak kritik dari masyarakat yang disampaikan melalui, baik melalui lisan maupun tulis. Banyak komentar di media sosial Facabook, youtube, WhatsApp, televisi, surat kabar, mural, meme internet; bahkan diulas dan dinarasikan menjadi karya seni sastra dan lagu.

Lantas, siapa yang salah? Pihak stasiun televisi , Badan Lembaga Sensor Indonesia  atau Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)?. Mereka harusnya lebih responsif dan peka mengenai masalah ini. Seharusnya, sebelum ditayangkan, sinetron dikaji terlebih dahulu. Di pilah sesuai genrenya dan bukan asal sensor.

Sehingga penyebab banyak sinetron berkualitas tidak jadi tayang atau berhenti di tengah-tengah. Dilihat dari hal tersebut, sejujurnya kualitas serial di Indonesia sendiri tidak jauh lebih baik dari anime dulu, bahkan lebih buruk. Seringkali tayangan sinetron lebih banyak membawa pengaruh negatif terhadap perkembangan otak.

Yang ditayangkan kebanyakan adalah percintaan, gaya hidup konsumtif hingga obrol-obrolan yang tidak berkualitas serta tidak mendidik. Hal ini dapat dilihat dari cara penerapan di kehidupan kita. Dalam banyak sinetron ditemui anak-anak sekolah yang memakai seragam tidak rapih, dugem, mabuk-mabukan, perkelahian karena memperebutkan pacar, dan sikap orangtua yang sadis dan gemar menyiksa.

Selain itu, banyaknya adegan dalam sinetrn yang tidak masuk akal. Misalnya, adegan tabrak lari adalah adegan favorit untuk “membunuh” salah satu tokoh dalam sinetron, karena proses shooting yang mudah dibandingkan dengan cara lainnya. Namun, yang menjadi masalah adalah proses saat tabrak lari tersebut. Seseorang yang sedang menyeberng jalan dengan melamun, tiba-tiba ada mobil atau truk yang berjalan dengan cepat sambil membunyikan klakson.