Peristiwa pemblokiran itu, sempat mendapat beragam komentar dari para netizen. Bahkan, KPI menjadi bulan-bulanan netizen yang mengalami egoisme berkedok kerinduan masa kecil. Netizen tidak menyadari bahwa media dan pemilik kepentinganlah yang menuai untung berkat literasi media yang rendah tersebut, tanpa memilikirkan perkembangan karakter generasi.
Sejujurnya, anime itu ditujukan bukan untuk anak-anak, tetapi ditujukan untuk remaja 15 tahun ke atas. Hanya saja pola pikir orang Indonesia yang sudah sejak lama keliru, karena menganggap segala sesuatu yang berbau animasi adalah tayangan untuk anak-anak. Walaupun masih banyak anime yang bobot ceritanya ringan, penuh adegan dengan karakter lucu, dan dipadu dengan animasi warna-warni yang menarik. Khas sekali dengan karakteristik anak-anak usia 6-9 tahun. Hanya saja, tidak semua judul anime seperti itu. Padahal kita tahu bahwa “Hentai” yang khusus dibuat untuk tayangan orang dewasa. Bayangkan, jika “Hentai” sampai yang isinya animasi untuk dewasa ditayangkan untuk anak-anak.



Tinggalkan Balasan