Selain disebabkan anime yang mengandung unsur kekerasan, dll, ada hal lain yang menyebabkan anime tidak ditayangkan kembali. Berdasarkan investigasi Media Development Research Institute Inc, sebuah episode anime berdurasi 30 menit pada tahun 2010 menghabiskan biaya 11.000.000 Yen (sekitar 1,2 Miliar rupiah). Nilai tersebut hanya diperuntukkan pada satu seasen (13 episode) tinggal jumlahkan saja 1,2 miliar dengan 13, sekitar 15,6 miliar. Salah satu penyebab kemahalan karena anime dibuat dari gambar tradisional atau secara manual (original work) yang kemudian dianimasikan. Berbeda dengan animasi 3D di Hollywood yang didesain dengan menggunakan komputer.
 
Mengendus Minat Masyarakat Sekarang

Generasi sekaran memiliki minat khas pada K-pop atau hal-hal yang berbau Korea. Bahkan semua tayangan ‘berbau” Korea tidak pernah alpa dari perhatian kaun remaja dan dewasa, serta orang-orang tua. Masyarakat zaman sekarang mulai menyudutkan para penikmat anime. Bahkan, beragam komentar bahwa tayangan anime seperti anak kecil aneh karena tidak nyambung, kecuali kepada sesama penikmat anime. Dilihat dari hal itu, maka kini banyak stasiun televisi yang mulai beralih dari anime ke drama korea dan K-pop. Hal ini sesuai dengan tujuan media televisi yang ditujukan selain menyediakan informasi dan hiburan tentunya untuk mencari keuntungan.