Sesungguhnya, sebagian besar sinetron Indonesia tidak mendidik. Hal ini berkebalikan dengan prinsip pemasaran bisnis pertelevisian, yaitu sinetron yang memiliki rating tertinggi adalah sinetron yang menawarkan cerita dan adegan yang justru bertentangan dengan adat dan norma yang berlaku dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Artinya, dominasi bisnis pertelevisian terhadap konten tayangan sinetron yang dianggap tidak mendidik dan seringkali mengabaikan norma masyarakat yang berlaku di Indonesia. Sinetron Indonesia seringkali mengisahkan tentang kisah asmara remaja dan drama rumah tangga. Kisah asmara remaja diwarnai dengan pergaulan yang hedonistik, kemewahan hidup, percintaan romantis, perkelahian seperti contoh tayangan sinetron berjudul “Ganteng-Ganteng Serigala” dan “Anak Jalanan”. Sedangkan drama rumah tangga dengan sasaran dewasa biasanya diwarnai dengan kisah cinta segitiga, perjodohan, penderitaan, kesedihan seperti sinetron berjudul “Orang Ketiga” dan “Catatan Hati Seorang Istri”.



Tinggalkan Balasan