Di titik ini, saya teringat dengan paradigma kepemimpinan yang dikemukakan oleh Edward Murrow. “Bilamana anda ingin mengimbau, hendaklah anda bisa dipercaya; bilamana anda ingin dipercaya, hendaknya anda terampil dan profesional; bilamana anda ingin dianggap terampil dan profesional, hendaknya anda mampu bekerja benar.”
Kemauan dan kemampuan seorang ASN untuk bekerja dengan benar hanya bisa terwujud apabila ada tekad untuk meninggalkan dan menanggalkan cara – cara kerja manipulatif, iri dan dengki, tipu muslihat, fiktif, korupsi, kolusi dan nepotisme serta sejumlah penyakit sosial lainnya yang meruntuhkan martabat ASN di mata publik. Mari kita jaga citra dan martabat ASN yang berakhlak (tentu) dengan memulainya dari diri sendiri; baik sebagai pejabat maupun hanya seorang staf.
Semoga spirit dan narasi yang didengungkan Sekda Warandoy dalam setiap arahan di apel kesadaran selalu dan senantiasa menginspirasi semangat pelayanan setiap ASN yang ada di daerah ini.
Dalam nada yang hampir sama dengan Sekda Warandoy, Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) pun pernah berpesan : menjadi ASN merupakan pekerjaan yang bermartabat karena tugasnya melayani banyak orang. Menjadi ASN berpeluang masuk surga karena yang kita layani adalah orang-orang susah. Jadilah ASN yang berkarakter melayani bukan karakter bos. (*)





Tinggalkan Balasan