Salah satu prasyarat mutlak perubahan budaya kerja adalah komitmen dan disiplin seluruh ASN. Berdasarkan data disiplin aparatur sampai dengan Agustus tahun 2022, telah terjadi penurunan pelanggaran disiplin oleh ASN, sehingga berdampak pada peningkatan yang signifikan terkait kesadaran aparatur terhadap disiplin masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja serta peningkatan kinerja ASN. Dalam kondisi ini, pimpinan perangkat daerah wajib untuk terus berperan menjadi leader of change dan atau panutan (role model) dengan melibatkan para agent of change dalam transfer pengetahuan dan nilai-nilai SOLIDER dan BerAKHLAK dengan rekan kerja.

Lebih lanjut dalam arahan Sekda Warandoy, paling tidak ada dua hal yang “menggoda” pikiran dan perasaan penulis yakni pertama, perlu meningkatkan Indeks Pelayanan Publik (IPP) Pemerintah Provinsi NTT dengan memperhatikan aspek kebijakan pelayanan, profesionalisme sumber daya manusia aparatur, sarana prasarana, sistem informasi pelayanan publik, pelayanan konsultasi dan penanganan pengaduan, melakukan inovasi pelayanan serta memberikan akses kepada masyarakat untuk mengetahui dan memahami seluruh prosedur dan standar pelayanan yang diberikan melalui website pemerintah daerah atau di masing-masing perangkat daerah.

Kedua, perkembangan pekerjaan fisik dan keuangan paket pengadaan barang dan jasa (PBJ) strategis yang bersumber dari APBD dan APBN Tahun Anggaran 2022 hingga kondisi minggu ini, masih terdapat 19 paket strategis yang belum proses tender.

“Berkaitan dengan hal ini, saya meminta kepada Kepala Perangkat Daerah yang bertanggungjawab untuk segera mempercepat proses tender dengan mempertimbangkan faktor teknis dan non teknis terutama waktu pelaksanaan di tahun anggaran 2022 tinggal beberapa bulan,” pinta Sekda Warandoy.
Ke depan hemat penulis, ada lima strategi yang harus dipenuhi oleh para ASN di era globalisasi dan pelaksanaan otonomi daerah dewasa ini. Strategi itu antara lain pertama, ASN harus bersemangat, netral dan tetap menjaga kedisiplinan dalam segala hal. Kedua, kompeten dan profesional dengan produktifitas tinggi namun juga dengan hasil yang bermutu. Ketiga, berwawasan global, berintegritas moral kebangsaan dan religiositas tinggi. Keempat, berorientasi pada pelayanan terbaik untuk seluruh masyarakat yang dilayani. Dan kelima, berbudaya kerja positif.