Dalam konteks seperti ini, sekali lagi perlu ada kesadaran di pihak masyarakat sendiri bahwa tindakan menebang hutan untuk keperluan apa pun secara tak bertanggung jawab sama sekali tak dapat dibenarkan. Satu sisi, masyarakat sungguh-sungguh butuh hidup yang sumbernya dari tanaman komoditas ladang. Namun, di pihak lain harus disadari bahwa alam sendiri pun butuh hidup. Kedua tanggung jawab akan kehidupan ini tak bisa hanya diutamakan yang satu dan yang lainnya dilupakan begitu saja. Tanggung jawab untuk meneruskan keberlangsungan hidup manusia di satu pihak harus pula mendukung keberlangsungan hidup lingkungan alam kita.

Kalau orang sadar bahwa alam adalah satu-satunya tempat menggantungkan hidup, maka ia sendiri pun harus sadar bahwa alam juga menggantungkan keberlangsungan hidupnya hanya pada kita manusia. Tanpa ada usaha dari kita untuk menjaga dan melestarikan keberlangsungan alam, maka jangan pernah harap bahwa alam juga akan dapat menjaga keberlangsungan hidup kita manusia selama kita masih mau hidup dan menetap di dunia ini. Kita perlu ingat bahwa anak cucu kita masih hidup seribu tahun lagi. Karena itu, marti bersama menjaga lingkungan alam, khususnya hutan kita sebagai sumber hidup generasi kita seribu tahun lagi.***