Satu sisi, pemerintah berencana menyelamatkan alam yang ada (atau tersisa) dari bahaya pembabatan yang terus menerus oleh warga masyarakat. Sisi lain, masyarakat sendiri pun ingin menyelamatkan keberlangsungan hidupnya yang semata-mata bergantung dari alam. Kenyataan ini jelas menunjukkan kedua pihak sama-sama berusaha menyelamatkan keberlangsungan kehidupan manusia sambil sama-sama tak menghiraukan bahwa ada pihak yang ternyata telah menjadi korban dari perbuatan mereka.
Pihak pemerintah berusaha menyelamatkan keberlangsungan kehidupan alam dengan berusaha mengadakan konservasi alam dengan membabat perkebunan petani untuk dijadikan hutan lindung. Namun, masyarakat berjuang menyelamatkan keberlangsungan dan hidupnya melalui penebangan hutan, membakar, dan menanaminya dengan tanaman yang bisa menunjang keberlangsungan hidup mereka dan keluarga.
Kenyataan seperti ini menunjukkan kedua pihak tersebut berada dalam posisi imbang, sama-ama benar, juga sama-sama salah. Maka jelas sangat tidak adil jika kita hanya mendukung yang satu dan pihak lain benar-benar dipersalahkan. Karena itu, sikap netral dan mengambil jalan tengah yang lebih biijaksana sangat diharapkan dengan mempertemukan kedua kepentingan ini tanpa mengorbankan atau merugikan satu pihak. Selain itu, pihak pemerintah perlu mengkaji setiap program, kebijakan, dan keputusan. Sepertinya terlalu naif bila pemerintah harus mengambil tindakan tegas dengan merusak dan menghilangkan tanaman perkebunan milik masyarakat, karena kan sangat merugika mereka.



Tinggalkan Balasan