Tindakan alternatif solutif, yaitu terlebih dahulu menyadarkan masyarakat akan perlu memelihara keberlangsungan hidup lingkungan alam, khususnya hutan dan memperingatkan mereka akan bahaya-bahaya yang akan timbul bila hutan terus dirusak dan dieksploitasi tanpa batas. Tanpa pemahaman yang benar dari masyarakat, usaha menjaga keberlangsungan hidup lingkungan alam akan sulit dicapai. Tindakan merusak dan menghilangkan tanaman komoditas perkebunan pun sudah pasti akan menimbulkan rasa kurang percaya masyarakat akan maksud baik pemerintah. Karena itu, tidak heran muncul berbagai perlawanan dari masyarakat sendiri yang sebenarnya tidak perlu terjadi bila lebih dahulu ada usaha memberi pemahaman yang benar tentang pentingnya menjaga keberlangsungan hidup alam dari masyarakat sendiri. Bahkan, mungkin saja dapat lagi terjadi bahwa masyarakat yang merasa telah dirugikan akan semakin ganas merusak hutan.

Mungkin saja terjadi bahwa selama ini pemerintah sendiri telah berusaha menyadari masyarakat tentang pentingnya menjaga keberlangsungan kehidupan lingkungan alam, tetapi tidak berhasil baik. Hemat saya, hal itu tidak bisa dengan sendirinya berarti pemerintah langsung beraksi hanya karena program dan kebijakan. Sebaliknya, usaha untuk menyadarkan masyarakat itu terus dijalankan dengan pertimbangan bahwa untuk mengubah satu tradisi yang telah dipraktikkan turun temurun dari generasi ke generasi memang butuh waktu yang tidak sedikit. Justru dengan itu pemerintah perlu sekali memanfaatkan lembaga adat untuk menjadi alat kontrol terhadap usaha-usaha merusak hutan secara tak bertanggung jawab, sambil memanfaatkan polisi hutan untuk mencegah perusakan hutan serta memberi sanksi bagi para perusak hutan. Dengan cara yang bertanggung jawab seperti ini, keberlangsungan hidup lingkungan alam kita menjadi baik.