Lebih lanjut, masyarakat sendiri pun harus menyadari bahwa alam itu sendiri perlu dijaga keberlangsungannya. Mungkin orang akan berpikir bahwa mereka sama sekali tidak bersalah dalam konteks ini. Karena toh setelah menebas hutan, tak pernah membiarkannya kosong begitu saja. Sebaliknya, mereka malah menanaminya dengan tanaman komoditas yang punya nilai jual pasaran yang cukup tinggi. Dengan begitu, keberlangsungan hidup mereka dapat terus dipertahankan dan turut juga menunjang pendapatan daerah. Hal ini dipandang bahwa masyarakat ingin mengisi perut dan hidup. Pemerintah memang bisa hidup tanpa tanaman komoditas perkebunan, namun masyarakat mungkin mati bila tanaman mereka dihilangkan.
Alasan seperti ini memang sangat masuk akal dan memang sulit untuk dikatakan bahwa tindakan itu tidak salah. Namun demikian, hal itu tidak bisa dengan sendirinya menimbulkan keserakahan manusia untuk terus mengeruk kekayaan alam secara tak terkendali. Alasan seperti inilah yang menimbulkan berbagai penyakit lingkungan yang sekarang ini semakin tak terselesaikan. Bisa dihitung berapa besar hutan yang telah rusak setiap tahunnya karena usaha perladangan dan juga karena usaha pengambilan kayu. Bisa dihitung pula kekurangan air yang makin meningkat dari tahun ke tahun akibat perusakan hutan yang tak terkendali dan masih banyak lagi masalah-masalah lingkungan lainnya.



Tinggalkan Balasan