Kita sendiri cenderung menyelesaikan satu masalah dengan menyulut masalah baru. Kita kadang membuat perencanaan lingkungan tanpa lebih dahulu memikirkan korban yang akan timbul. Kita juga menerima kebiasaan menyelamatkan sebuah kehidupan dengan menghancurkan kehidupan yang lain karena memang tak ada survei lapangan yang bisa dipertanggungjawabkan secara baik. Jelas bahwa dengan keadaan seperti ini kita sama sekali tak akan dapat menyembuhkan lingkungan. Sebaliknya, kitalah aktor utama dalam proses perusakan lingkungan hidup itu sendiri.
Tentu, kita mengapresiasi pemerintah yang telah menunjukkan kepedulian besar untuk menyelamatkan alam. Namun, kita sama sekali tak bisa membenarkan langkah konkret jika diambil dengan merugikan masyarakat. Jika kita membaca, mendengar, dan mengetahui sikap pemerintah demikian, maka tindakan itu sama sekali tidak menyelesaikan masalah keberlangsungan hidup itu sendiri. Lingkungan memang perlu hidup. Tetapi manusia juga butuh hidup. Dua-duanya butuh hidup. Karena itu, kita ingin menyelamatkan kehidupan yang satu maka otomatis pula kita harus bertanggung jawab menyelamatkan semua kehidupan yang lain, suka atau tak suka.



Tinggalkan Balasan