‘Aku percaya bahwa pendidikan bermaksud mencerdaskan manusia secara penuh hingga ia mencapai keselarasan baru dengan sesamanya dan dengan alam semesta’. (Erich Fromm)
Pada ahkirnya, walau memiliki potret yang buram, dan walau sekolah sering menjadi medan indoktrinisasi teoritis ketimbang medan persiapan menuju hidup yang bermakna, namun dalam sejarahnya pendidikan tetap menjadi “Harapan” bagi upaya “Pembangunan warisan terbaik seluruh umat manusia” dan “Pengembangan daya manusia secara penuh”.
Harapan bukanlah. Harapan lebih merupakan sebuah kerendahan hati yang aktif, dengan sikap mawas diri yang sadar bahwa biar praktek pendidikan carut marut dan kacau, toh kita boleh terus berpaling padanya, dengan refleksi yang kritis dan dengan kemauan dan usaha gigih untuk terus berbenah.
Dunia pendidkan menjadi titik sentral kehidupan umat manusia di zaman modern dan kontemporer saat ini. Riwayat dan sejarah hidup manusia akan berakhir, tanpa kenangan.
Namun dari pendidikan belum sempurna menampilkan esensinya dalam mencerdaskan kehidupan manusia untuk mencapai tujuan hidupnya.





Tinggalkan Balasan