Pendidikan dalam arti ini, berpuncak pada pertanyaan mendasar tentang seluruh makna kehidupannya, yang berhubungan dengan pencariannya akan tujuan terakhir hidupnya yaitu Tuhan sendiri.

Namun, kita juga tahu bahwa seakan terdapat tembok tinggi yang sulit dipugar antara ideal dan praksis pendidikan.

Dunia pendidikan saat ini ditantang secara hebat oleh budaya massa, budaya konsumsi yang disebabkan perkembangan kapitalisme global, budaya bujuk rayu dan seduksi yang ditawarkan oleh teknologi, budaya instan, pengaruh perkembangan internet dan alat-alat yang mempermudah kerja manusia, yang semuanya memiliki aspek positif tertentu namun menimnulkan kelemahan jiwa.

Tentu saja, harapan agar pendidikan tidak hanya berkaitan dengan soal-soal teoritis melainkan berhubungan praksis hidup yang bermakna, akan selalu memperjuangkan kehidupan yang konstan.

Namun kita pun percaya bahwa masa depan dimulai dengan sikap kritis pada masa ini, seperti  refleksi penulis dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2021.