Meskipun Indonesia memasuki hari Pendidikan Nasional yang ke-112 kalinya, namun saat ini mutu dan kualitas pendidikan masih belum merata disetiap sudut daerah. Salah satu faktor lemahnya hakikat pendidikan yang ideal itu sendiri.
Ideal Pendikan
Pendidikan mesti berorientasi pada pendidikan ideal yang sesuai dengan hakikat pendidikan itu, yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa yang nampak dalam sikap berpikir kritis dan mampu menganalisa setiap persoalan dengan baik dan teliti.
Pendidikan ideal mesti sejalan dengan hakikat pendidikan sehingga mampu menghasilkan tenaga-tenaga pembangunan yang berdaya guna.
Pendidikan ideal itu melangkah setapak demi setapak namun disertai tekad membaca dan kearifan untuk maju ke depan. Selain itu, pendidikan ideal merupakan pendidikan yang berbasiskan kesdaran kritis. Maksudnya, proses pendidikan itu mampu mentransformasikan atau merivisi sitem-sistem, tujuan, dan hakikat yang keliru tentang pendidikan itu.
Kesadaran kritis ini meniscahayakan pendidikan ideal yang berkualitas. Karena itu, sistem pendidikan perlu mengutamakan penanaman sikap mental yang kreatif, moralitas yang luhur, etos kerja, disiplin nasional, dan rasa tanggung jawab sosial yang tinggi. Selain itu, perlu ditumbuhkembangkan percayaan kepada kemampuan diri sendiri dan mengikis rasa rendah diri.
Ki Hajar Dewantara, didengkot pendidikan Indonesia sangat menekankan universalitas pendidikan, yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa yang nampka dalam pembentukan, peningkatan kualitas kepribadian dan pengetahuan insan yang berpendidikan.
Namun, harus diakui bahwa gagasan awal yang merupakan hakikat pendidikan mendapat geseran nilai. Manusia lebih melihat pendidikan dari sudut pandang ekonomi, yaitu untuk mendapatkan ijazah sebagai salah satu syarat utama mendapatkan pekerjaan instan.
Pendidikan kita tidak seharusnya demikian. Pendidikan hendaknya berorientasi pada pembentukan generasi bangsa yang cerdas secara ilmiah, emosional, dan spiritual, sesuai dengan hakikat pendidikan yang tertera dalam Undang-undang…dengan demikian, fokus pendidikan kita adalah penataan kualitas manusia, bukanya pada ekonomisasi pendidikan.







Tinggalkan Balasan