“Kalau ada atasan atau teman yang lupa, ingatkan. Ini tanggung jawab bersama. Kita bangun budaya taat pajak dari dalam,” katanya.
Menurut Melki, pembenahan internal menjadi kunci sebelum pemerintah meminta kepatuhan masyarakat.
“Kalau kita sudah beres di dalam, kita bicara ke rakyat akan lebih kuat. Kita tidak bisa minta masyarakat bayar pajak kalau kita sendiri belum tertib,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga membuka ruang bagi inovasi untuk mempermudah masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor. Ia meminta masukan dari ASN, Jasa Raharja, maupun pihak terkait lainnya.
“Kita cari cara yang sederhana, praktis, supaya masyarakat tidak dipersulit. Bayar pajak itu harus mudah,” katanya.
Melki juga menyinggung kebijakan uji coba yang sempat menuai pro dan kontra, yakni pembatasan akses BBM subsidi bagi kendaraan yang belum membayar pajak. Menurutnya, kebijakan itu justru memicu peningkatan kesadaran masyarakat.
“Banyak yang protes, tapi dampaknya nyata. Antrian bayar pajak sampai subuh. Artinya, ada perubahan perilaku,” ujarnya.





Tinggalkan Balasan