Anggi, lanjutnya, justru diduga melakukan hal serupa. Ia disebut memasukkan perusahaan pribadinya ke proyek AGS, bertindak tanpa akta resmi sebagai direksi, serta melakukan pemalsuan tanda tangan.

RUPSLB -Audit Aset

Pada 8 November 2024, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) digelar sebagai langkah penyelamatan. Audit kemudian dilakukan terhadap seluruh aset di berbagai wilayah, termasuk Kupang, Jember, Jakarta, dan Bogor. Hasilnya menunjukkan sejumlah perangkat milik AGS ditemukan di kediaman pribadi Fauzi.

RUPS kembali digelar pada 20–21 Februari 2025. Agenda utamanya: evaluasi laporan keuangan, hasil RUPS-LB sebelumnya, dan perubahan susunan pemegang saham. Namun, muncul kejutan, saham milik Fauzi dialihkan ke seseorang bernama Soma tanpa pemberitahuan kepada Ade, yang sebelumnya telah menyatakan minat membeli.

“Soma bukan hanya muncul sebagai kuasa Ahmad, tapi juga tiba-tiba memasukkan agenda peralihan saham Fauzi dalam rapat. Ini janggal,” kata Jonner.

Meski begitu, rapat berhasil mengembalikan beberapa aset yang sebelumnya masih atas nama Fauzi.