Saat proses wawancara kemarin, saya dan teman-teman diuji terkait kemampuan bekerja dalam tim, kapabilitas, kearifan lokal, kepemimpinan, visi-misi, kepribadian, motivasi, dan lain-lain.

Semua hal itu tentu penting untuk diketahui oleh para penguji sebab menjadi penyelenggara pemilu itu bukan semata persoalan kompetensi saja, tetapi juga rekam jejak.  Tak heran, kami juga ditanya tentang apakah kami memiliki hubungan dengan tokoh-tokoh politik lokal di TTS. 

Pentingnya Integritas Panwaslu Kecamatan

Idealnya, menjadi panwaslu Kecamatan  itu bukan didorong oleh kebutuhan mencari pekerjaan dengan harapan mendapatkan penghasilan. Menjadi Panwaslu Kecamatan itu mesti didorong oleh semangat idealisme untuk turut mewujudkan Pemilu yang bersih dan bermartabat.

Kalau seseorang berniat menjadi Panwaslu Kecamatan karena didorong mencari pekerjaan dan berorientasi pada penghasilan, maka dikhawatirkan yang bersangkutan tidak fokus pada tugas, peran, fungsi, dan kewajibannya.

Apalagi menjadi Panwaslu Kecamatan itu bergengsi. Bayangkan, karena menjadi anggota panwaslu kecamatan, maka dia punya kesempatan untuk duduk sejajar dengan jajaran Camat, Kapolsek, dan Danramil.