Oleh sebab itu, panitia meminta setiap peserta untuk melihat, mencermati, dan mengingat angka nilai yang muncul di layar komputer. Kesalahan dari beberapa orang yang tak puas dari seleksi tes tulis ini adalah mereka hanya melihat berapa jumlah jawaban yang benar, tanpa melihat angka bobot yang didapatkan.
Saat pelaksanaan test tertulis kemarin, seluruh peserta juga tidak diperkenankan membawa HP ke dalam ruangan tempat pelaksanaan test. Hal ini sebagai langkah pencegahan oleh panitia agar tidak terjadinya penyalahgunaan dengan mencari jawaban lewat searching di Google.
Jadi, yang menjadi penentu seseorang lolos pada adalah kemampuan diri sendiri dan bukan faktor lain. Cara ini menurut saya sangatlah tepat untuk menepis dugaan atau anggapan bahwa orang-orang yang lolos seleksi tes panwaslu Kecamatan di TTS adalah orang-orang titipan.
Nah, kalau tes tulis dengan menggunakan Computer Assisted Tes (CAT) bertujuan untuk menguji kompetensi, maka test wawancara dimaksudkan untuk menguji integritas setiap peserta. Dalam wawancara, para penguji mengukur, menakar, sekaligus mengkonfirmasi keberhasilan setiap peserta yang telah lolos dari test tertulis.



Tinggalkan Balasan