Nah, pada bagian akhir, ketika akan mengakhiri pelaksanaan test, setiap peserta juga diarahkan oleh panitia untuk langsung melihat nilai yang didapatkan.
Nilai yang muncul terdiri dari dua bagian. Pertama adalah jumlah butir soal yang dijawab dengan benar. Dan kedua adalah bobot nilai.
Oleh sebab itu, panitia meminta setiap peserta untuk melihat, mencermati, dan mengingat angka nilai yang muncul di layar komputer. Kesalahan dari beberapa orang yang tak puas dari seleksi tes tulis ini adalah mereka hanya melihat berapa jumlah jawaban yang benar, tanpa melihat angka bobot yang didapatkan.
Saat pelaksanaan test tertulis kemarin, seluruh peserta juga tidak diperkenankan membawa HP ke dalam ruangan tempat pelaksanaan test. Hal ini sebagai langkah pencegahan oleh panitia agar tidak terjadinya penyalahgunaan dengan mencari jawaban lewat searching di Google.
Jadi, yang menjadi penentu seseorang lolos pada adalah kemampuan diri sendiri dan bukan faktor lain. Cara ini menurut saya sangatlah tepat untuk menepis dugaan atau anggapan bahwa orang-orang yang lolos seleksi tes panwaslu Kecamatan di TTS adalah orang-orang titipan.
Nah, kalau tes tulis dengan menggunakan Computer Assisted Tes (CAT) bertujuan untuk menguji kompetensi, maka test wawancara dimaksudkan untuk menguji integritas setiap peserta. Dalam wawancara, para penguji mengukur, menakar, sekaligus mengkonfirmasi keberhasilan setiap peserta yang telah lolos dari test tertulis.
Saat proses wawancara kemarin, saya dan teman-teman diuji terkait kemampuan bekerja dalam tim, kapabilitas, kearifan lokal, kepemimpinan, visi-misi, kepribadian, motivasi, dan lain-lain.
Semua hal itu tentu penting untuk diketahui oleh para penguji sebab menjadi penyelenggara pemilu itu bukan semata persoalan kompetensi saja, tetapi juga rekam jejak. Tak heran, kami juga ditanya tentang apakah kami memiliki hubungan dengan tokoh-tokoh politik lokal di TTS.
Pentingnya Integritas Panwaslu Kecamatan
Idealnya, menjadi panwaslu Kecamatan itu bukan didorong oleh kebutuhan mencari pekerjaan dengan harapan mendapatkan penghasilan. Menjadi Panwaslu Kecamatan itu mesti didorong oleh semangat idealisme untuk turut mewujudkan Pemilu yang bersih dan bermartabat.







Tinggalkan Balasan