Tes Tulis
Seleksi test tertulis kali ini dilakukan menggunakan Computer Assisted Tes (CAT) dan dilakukan secara online. Artinya, seluruh peserta mengerjakan soal dan menjawab soal dalam jaringan dengan menggunakan komputer. Setiap peserta diberikan soal sebanyak 100 buah.
Nilai hasil ujian test tertulis ini kemudian akan dirangking. Rangking 1 sampai 6 pada setiap kecamatan selanjutnya akan disertakan pada test berikutnya, yaitu test wawancara.
Tes Wawancara
Saya adalah satu dari sekian peserta yang mengikuti seleksi panwaslu Kecamatan di kabupaten TTS. Pada seleksi tersebut, saya dan teman-teman diwawancara oleh komisioner Bawaslu Kabupaten TTS. Jadi, 6 orang peserta dari setiap Kecamatan yang lolos ujian tes tulis kemudian diuji lagi oleh 5 orang penguji dari komisioner bawaslu kabupaten TTS. Dari 6 peserta yang diwawancarai pada masing-masing kecamatan, akan dipilih 3 orang yang dinilai sebagai peserta terbaik. Tiga orang inilah yang kemudian dilantik menjadi Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan.
Sama seperti pada tahapan sebelumnya, pada tahapan ini masyarakat juga diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan. Tujuannya adalah masyarakat dapat memberikan tanggapan atas sosok yang lolos pada seleksi wawancara. Tanggapan tersebut bisa berupa testimoni masyarakat tentang keunggulan dan kelebihan calon peserta. Bahkan sebaliknya, bisa juga tanggapan masyarakat itu berupa informasi perihal rekam jejak peserta yang memungkinkan seseorang tidak layak menjadi Panwaslu Kecamatan.
Tujuan Tes Tulis dan Wawancara
Tes tulis bertujuan untuk menguji kompetensi setiap peserta. Bentuk soal yang digunakan pada tes tulis kemarin adalah pilihan ganda. Jadi, setiap peserta dituntut untuk bisa memilih jawaban dengan benar. Dengan test tertulis ini, peserta diuji aspek pengetahuan dan pemahamannya.
Menurut saya, model soal test tertulis dengan penggunaan Computer Assisted Tes (CAT) kemarin perlu untuk diberi apresiasi. Alasannya, karna dengan model tes seperti ini setidaknya mengurangi human error dalam proses seleksi. Selain itu, menurut saya, model tes tulis seperti ini sangatlah objektif karna setiap peserta mendapatkan bentuk soal yang berbeda-beda, tapi dengan waktu yang sama dalam menyelesaikan setiap soal.







Tinggalkan Balasan