Kalau seseorang berniat menjadi Panwaslu Kecamatan karena didorong mencari pekerjaan dan berorientasi pada penghasilan, maka dikhawatirkan yang bersangkutan tidak fokus pada tugas, peran, fungsi, dan kewajibannya.

Apalagi menjadi Panwaslu Kecamatan itu bergengsi. Bayangkan, karena menjadi anggota panwaslu kecamatan, maka dia punya kesempatan untuk duduk sejajar dengan jajaran Camat, Kapolsek, dan Danramil.

Untuk itu, panwaslu yang terpilih haruslah merupakan orang-orang terbaik. Alasannya sederhana, karena keberadaaa Panwaslu Kecamatan akan diperhitungkan oleh peserta Pemilu dan partai politik. Selain itu, gangguan dan intimidasi bisa saja terjadi menjelang dan saat pemilu berlangsung. Begitupun sebaliknya, godaan, rayuan, iming-iming kadang datang untuk melemahkan semangat pengawasan dari panwaslu Kecamatan. 

Nah, disinilah pentingnya integritas. Karena dengan integritas yang teruji, Panwaslu Kecamatan akan tetap konsisten dan berkomitmen dalam menjalankan aturan. Integritas ini, termasuk pada persoalan bukan berorientasi pada penghasilan tadi.

Terakhir, dengan mengikuti dan merasakan secara langsung proses seleksi oleh Bawaslu Kabupaten TTS, saya percaya bahwa hanya lewat proses seperti itulah Bawaslu kabupaten TTS dapat mengahasilkan figur panwaslu Kecamatan yang kredibel, independen, memiliki integritas tinggi, kepemimpinan yang kuat, keberanian dalam pengambilan keputusan, kemampuan mengatasi tekanan kepentingan, serta dapat mewujudkan demokrasi yang berkualitas dan siap menghadapi pemilu serentak tahun 2024 mendatang. Salam.