Hal itu kembali menguatkan dugaan saya diawal bahwa demokrasi yang sedang terjadi di TTS adalah demokrasi yang terkonsolidasi.
Tak heran nilai-nilai demokrasi kita di TTS hanya berkembang menjadi suara, dan tak pernah menjadi nyata. Tidak heran memang. (*)
Honing Alvianto Bana, Lahir Di Kota Soe – Nusa Tenggara Timur. Saat ini sedang aktif di komunitas Paloli TTS dan pemuda GBKN.
Baca Juga:CATATAN KECIL: EKONOMI NTT, MAU KEMANA??



Tinggalkan Balasan