Pukul 00.00, terakhir kalinya bagiku melihat ayah dan ibu, aku tersadar dan berusaha bangun dan pergi keruangan dimana jasat Ayah dan Ibuku ada disana . Aku berusaha membangunkan bibi yang tertidur di samping saat menjagaku, karena bibi tak bangun untungnya salah satu petugas medis datang dan menopangku berjalan meskipun kaki ku sangat sulit untuk digerakkan, tetapi aku berusaha melihat jasat ayah dan ibu untuk terakhir kalinya.
Tangisan ku pecah kalah itu, saat melihat jasat ayah dan ibuku, pada saat itu aku sudah berfikir bahwa yah…, aku kini sebatang kara yang dapat aku lakukan hanyalah menangis dan berpikir untuk mengakhiri hidupku, arena percuma aku hidup tanpa kedua orangtuaku.
Keesokan harinya ketika aku di hantar kembali ke rumah untuk segera menghadiri pemakaman ayah dan ibuku, tiba-tiba seorang gadis kecil berlari ke arahku dan memberikan setangkai mawar yang sangat indah. Sambil menggerakan tangan dan berusaha memberi isyarat dengan bahasa tubuhnya seolah-olah mengatakan padaku agar aku tidak bersedih lagi. Aku mengusap air mataku, senyum yang terlihat dari bibirnya membuat hatiku begitu tenang, aku tahu bahwa keadaan mengharuskan aku menghadapai semuanya.



Tinggalkan Balasan