Maudy pun terbangun dan perlahan menghela nafas menarik kursi roda yang ada di sampingnya tanpa meminta bantuan Bi Ina karena baginya hal itu sudah menjadi kebiasaannya dia selalu melarang Bi Ina untuk membantunya untuk duduk di kursi roda, karena baginya dia bukan anak kecil yang setiap hari merengek meminta bantuan dia, bahkan selalu berusaha melakukan hal itu tanpa dibantu oleh Bi Ina. Maudy pun lekas menemui Bi Ina di meja makan dan merekapun secara lahap menghabiskan semua sarapan.

Setelah selesai sarapan Maudy mengajak Bi Ina untuk ke taman karena baginya taman adalah salah satu tempat ternyaman untuk mengusik segala kepenatannya dan di sanalah Maudy menghabiskan waktu untuk menulis dan menuangkan perasaannya didalam buku catatan harian miliknya.

Setiap tinta memberi makna dan pesan yang setiap hari ditulisnya, setiap lembaran dilewati dan mulai menulis pada lembaran baru dan kali ini Maudy menuliskan kisah pilu pasca kecelakaan yang menewaskan orangtuanya dan menyebabkan dia harus mengalami kelumpuhan, Kisah pun ditulis pada setiap lembarannya