Bahkan aku selalu menyendiri setiap kali ayah dan ibuku bertengkar hanya karena masalah sepele atau karena masalah perusahaan yang yang tidak mampu ditangani lagi , aku selalu mengurungkan diriku dan mengunci pintu dikamar.
Sesekali aku menatap ke cermin dan berkata di dalam hati kecilku ”Tuhan Aku muak dengan sandiwara ini, aku benci dengan semua yang saat ini terjadi dalam hidupku dan merasa bahwa semua yang saat ini ku miliki adalah percuma Karena aku memiliki segalanya tapi bukan tentang kedamaian hati dan keharmonisan yang aku rasakan “.
Pertengkaran hebat antara kedua orang tua ku menyebabkan keharmonisan di dalam keluarga kami tidak lagi ku rasakan. Ayah dan ibu yang biasanya selalu menghabiskan waktu di rumah bersamaku , kini semua itu hanya angan yang aku rindukan, setiap kali ibu mengajakku bercengkrama dan bercerita sambil menikmati secangkir teh bersama ayah di ruang keluarga, setiap kali aku membayangkan tentang itu, air mataku selalu menetes dan segalanya ku tulis didalam buku harian ku karena setiap kali aku menulis aku merasakan kelegahan karena aku dapat menuangkan segala perasaan didalam buku harian ku.



Tinggalkan Balasan