Kedua orang tuanya juga terharu dengan apa yang Maudy katakan dan berniat mengajak Maudy untuk makan malam bersama dan merayakan ulang tahun bersama anggota keluarga lainnya. Ketika waktu sudah mendekati pukul 18.00 suasana terasa berbeda semua keluarga telah tiba di restoran mahal yang sengaja dipersiapkan sebagai tempat makan malam sekaligus merayakan ulang tahun Maudy, Ayah segera bergegas menyetir mobil kembali, ku sempatkan waktu menulis lagi, setelah itu menemui ayah dan ibu untuk pergi bersama, tak lupa pula kami mengajak Bi Ina untuk pergi tetapi Bi Ina menolak katanya kurang enak badan dan merasa sesuatu akan terjadi (Firasat Bi Ina).
Kami pun berangkat menuju restoran yang jaraknya cukup jauh dari kediaman kami tetapi entahlah dalam perjalanan aku merasa sesuatu akan terjadi, tentu saja semua itu diluar dugaan karena ayah menyetir mobil dengan kecepatan yang tidak terkontrol, hingga masuk ke jurang, nyawaku bisa tertolong tapi tidak degan kedua orangtuaku.
Saat itu aku hanya bisa terbaring dengan kondisi yang sangat parah, sekujur tubuhku dipenuhi darah bahkan kakiku pun sangat sulit digerakkan, aku berusaha untuk terbangun tapi membuka kedua mataku saja sangatlah berat bagiku. Satu hal yang tak dapat aku lupakan ketika kecelakaan itu menewaskan kedua orangtuaku. Saat itu ingin sekali rasanya aku berteriak tapi aku tak berdaya. Aku hanya bisa menggenggam tangan ibu yang ada di sampingku, dengan kondisi tak sadarkan diri, aku sempat terlihat ibu meneteskan air mata saat itu dan itulah yang membuat aku tak bisa menahan diriku untuk tidak menangis, hingga bantuan datang kamipun dibawah ke Rumah sakit terdekat.



Tinggalkan Balasan