Oleh: Fransiska X. C. Olang

Kisah ini tentang seorang gadis bernama Maudy, gadis remaja berusia 17 tahun yang menghabiskan waktunya di kursi roda menangis dan menuliskan pesan hatinya di dalam sebuah buku catatan hariannya yang hanya dia sendiri dan pena kecilnya yang setia menemani kesedihan hatinya.

Fajar menyapanya dengan lembut seorang wanita tua berhijab membangunkannya, Ya..tentu saja itu adalah Bi Ina seorang asisten rumah tangga yang senantiasa merawat Maudy dari masih kecil hingga tumbuh menjadi gadis remaja yang sangat cantik, meskipun Maudy sadar bahwa Bi ini memiliki kepercayaan yang berbeda dengannya yang menganut agama muslim sedangkan keluarga Maudy menganut agama kristen tetapi semua itu tidak pernah menimbulkan sebuah perbedaan, diantara mereka kasih sayang yang tulus di berikan Bi Ina terhadap Maudy seperti kasih sayang seorang ibu kepada anaknya.

Setelah membangunkan Maudy, Bi Ina langsung kembali ke dapur dan mulai menyiapkan sarapan untuk dirinya dan juga Maudy, Bahkan semenjak kepergian orang tua Maudy akibat kecelakaan yang menyebabkan ayah dan ibu Maudy meninggal dan Maudy mengalami kelumpuhan. Mereka tidak pernah bersama lagi namun setiap kenangan saat bersama kedua majikannya selalu terbesit dalam ingatan Bi Ina.