Tangisan ku pecah kalah itu, saat melihat jasat ayah dan ibuku, pada saat itu aku sudah berfikir bahwa yah…, aku kini sebatang kara yang dapat aku lakukan hanyalah menangis dan berpikir untuk mengakhiri hidupku, arena percuma aku hidup tanpa kedua orangtuaku.
Keesokan harinya ketika aku di hantar kembali ke rumah untuk segera menghadiri pemakaman ayah dan ibuku, tiba-tiba seorang gadis kecil berlari ke arahku dan memberikan setangkai mawar yang sangat indah. Sambil menggerakan tangan dan berusaha memberi isyarat dengan bahasa tubuhnya seolah-olah mengatakan padaku agar aku tidak bersedih lagi. Aku mengusap air mataku, senyum yang terlihat dari bibirnya membuat hatiku begitu tenang, aku tahu bahwa keadaan mengharuskan aku menghadapai semuanya.
Kehilangan ayah dan ibu bahkan aku harus mengalami kelumpuhan, aku mengulurkan tangan dan mencoba berkenalan dengannya, tetapi dia hanya mencoba memberi isyarat dengan bahasa tubuhnya yang aku tak mengerti maksudnya.Tetapi aku mencoba menyuruhnya menuliskan nama pada sebuah lembaran kecil dengan senang hati, ia mengikutinya dan menulis, ternyata nama gadis cantik itu adalah Tasya. Akupun tersenyum padanya dan segera mendekap dan merangkulnya dengan erat aku menangis saat membaca tulisan Kecil dibalik lembaran itu ”Jangan sedih lagi ya kak ,Tasya yakin bahwa kamu bisa melewati semua cobaan yang saat ini kamu hadapi, tersenyumlah karena satu hari terindah akan datang padamu”
Sangat singkat pertemuan itu, namun ada begitu banyak hal yang dapat aku petik dari semua yang terjadi bahwa tidak selamanya kebahagiaan akan kamu dapatkan tetapi kamu juga akan melalui masa tersulit dalam hidupmu, kehilangan orang terdekat memanglah hal yang sangat menyakitkan, tetapi percayalah bahwa kamu tidak akan pernah sendiri menghadapinya, karena masih begitu banyak orang yang sangat mengasihi dan akan datang membawa kebahagian dalam hidupmu, percayalah. (*)







Tinggalkan Balasan