Alaram di pagi hari membangunkanku, saat terbangun mataku mulai menatap pada jarum waktu yang selalu berputar dan mengingatkanku tentang kejadian hari itu saat acara ulang tahunku tiba.

Aku meniatkan diri dan menyempatkan waktu untuk mengajak orangtuaku bertemu di kafe dan membahas mengenai perayaan ulang tahunku dan aku pun memutuskan mengirim pesan kepada orangtuaku saat mereka sedang bekerja . Semuanya diluar dugaanku, aku berpikir mereka akan mengingat tentang hari ulang tahunku, tapi ternyata justru mereka lupa pada satu hari istimewa itu.

Air mataku tiba-tiba menetes saat membaca balasan pesan dari ayah yang mengatakan bahwa dia sangat sibuk dan meminta maaf padaku bahwa dia hampir melupakan hari ulang tahunku katanya karena akhir-akhir ini dia terlalu sibuk dengan urusan pekerjaannya. Begitu pula sebaliknya dengan ibuku yang tampaknya lebih sibuk mengurus dan menjahit baju karena dia adalah seorang desainer yang harus menghabiskan waktunya merancang dan menjahit baju di butik. Akan tetapi itu tidaklah penting bagiku karena aku terbiasa ditinggalkan mereka karena urusan pekerjaan.