Mungkinkah Agama Menyusui Moral?

Membaca argumen kaum ateis di atas mencuat suatu pertanyaan tentang latar belakang penentuan prinsip moral kemanusiaan. Memang benar bahwa kehidupan beragama tidak menjamin penganutnya untuk bertindak moral. Tetapi agama menjadi sumber nilai yang membedakan tindakan jahat dan tindakan baik. Mengenai hal ini, teolog Katolik abad ini, Hans Kung memberi arah tindakan moral bersumber dari agama: “Kendatipun manusia mewajibkan dirinya untuk taat pada norma-norma moral, satu hal tetap tak dapat dilakukan manusia tanpa agama: memberikan pendasaran atas keniscayaan dan universalitas kewajiban-kewajiban moral.” Kaum ateis dan anti-agama memang menolak agama tetapi mereka tidak dapat menampik bahwa standar moralitas bersumber dari agama-agama. Pendasaran terakhir tak tergoyahkan tentang keharusan dan universalitas norma-norma moral, demikian menurut Kung, tidak dapat berpijak pada argumentasi rasional abstrak semata-mata. Keharusan nilai-nilai moral menggugah perasaan manusia, suatu ruang dimana agama dapat menembusi dan bersemedi di dalamnya.