Pada zaman ini ditandai oleh perubahan pesat dalam banyak bidang kehidupan masyarakat. Perubahan membawa kemajuan maupun kegelisahan pada banyak orang. Banyak orang tidak merasa pegangan lagi tentang norma kebaikan, norma-norma agama seakan tidak meyakinkan lagi, atau bahkan dirasa usang dan tidak dapat dijadikan pegangan sama sekali. Dalam situasi perubahan seperti itu dibutuhkan sikap yang jelas arahannya? Bagaimana kita harus merumuskan kembali cerminan nilai agama dalam bidang moral.

Moral dan Agama harus dikembalikan  sampai pada nilai-nilai yang hakiki, tidak hanya pada soal kepraktisan tetapi rasionalitas, sehingga orang lain lebih dapat memahami dan ikut berpikir agar keyakinan yang lebih mendalam perlu kita usahakan.

Moral cerminan ajaran Agama

Moral dalam kehidupan manusia memiliki kedudukan yang amat penting karena, manusia dalam hidupnya harus taat dan patuh pada norma-norma, aturan-aturan, adat istiadat, undang-undang dan hukum, baik yang dibuat atas kesepakatan kelompok manusia maupun aturan yang berasal dari hukum Tuhan. Moral mempunyai fungsi untuk melayani manusia melakukan kebaikan demi diri sendiri dan sesama sebagai bagian dari masyarakat. Ajaran iman Katolik, Kitab suci adalah sumber utama ajaran moral Gereja, Gereja dengan setia memelihara apa yang diajarkan dalam sabda Allah, bukan hanya kebenaran-kebenaran iman melainkan juga kebenaran-kebenaran moral. Nilai-nilai agama dan nilai-nilai kemanusiaan itu sebetulnya tetap saling mengandaikan, saling memperkuat, dan mengembangkan satu sama lain. Antara moralitas dan agama itu sama sekali tidak menafikan dan meniadakan satu sama lain. Moral sebagai kumpulan aturan tingkah laku memiliki hubungan erat dengan agama. Dalam hal ini menegaskan bahwa moral akan kehilangan signifikansinya, bila dipisahkan dari agama, bahkan dalam pencapaian spiritualitas berkat pengalaman mengenai yang ilahi terciptalah religiusitas, yaitu rasa dan kesadaran akan hubungan dan ikatan kembali manusia dengan Tuhan. Nilai-nilai atau norma-norma dalam agama sangatlah penting dalam kehidupan moral karena Jika kita tidak sesuai dengan norma  agama atau norma umum maka pantaslah kita dikatakan manusia yang asusila, manusia biadab. Maka tidak dipungkiri lagi Gereja mengajarkan bahwa iman yang benar mendorong orang ke arah moral yang benar, karena seharusnya memang tidak boleh ada pemisahan antara iman dan moral. Iman memiliki pesan moral; kehidupan yang bermoral merupakan kesaksian iman.