Moral cerminan ajaran Agama
Moral dalam kehidupan manusia memiliki kedudukan yang amat penting karena, manusia dalam hidupnya harus taat dan patuh pada norma-norma, aturan-aturan, adat istiadat, undang-undang dan hukum, baik yang dibuat atas kesepakatan kelompok manusia maupun aturan yang berasal dari hukum Tuhan. Moral mempunyai fungsi untuk melayani manusia melakukan kebaikan demi diri sendiri dan sesama sebagai bagian dari masyarakat. Ajaran iman Katolik, Kitab suci adalah sumber utama ajaran moral Gereja, Gereja dengan setia memelihara apa yang diajarkan dalam sabda Allah, bukan hanya kebenaran-kebenaran iman melainkan juga kebenaran-kebenaran moral. Nilai-nilai agama dan nilai-nilai kemanusiaan itu sebetulnya tetap saling mengandaikan, saling memperkuat, dan mengembangkan satu sama lain. Antara moralitas dan agama itu sama sekali tidak menafikan dan meniadakan satu sama lain. Moral sebagai kumpulan aturan tingkah laku memiliki hubungan erat dengan agama. Dalam hal ini menegaskan bahwa moral akan kehilangan signifikansinya, bila dipisahkan dari agama, bahkan dalam pencapaian spiritualitas berkat pengalaman mengenai yang ilahi terciptalah religiusitas, yaitu rasa dan kesadaran akan hubungan dan ikatan kembali manusia dengan Tuhan. Nilai-nilai atau norma-norma dalam agama sangatlah penting dalam kehidupan moral karena Jika kita tidak sesuai dengan norma agama atau norma umum maka pantaslah kita dikatakan manusia yang asusila, manusia biadab. Maka tidak dipungkiri lagi Gereja mengajarkan bahwa iman yang benar mendorong orang ke arah moral yang benar, karena seharusnya memang tidak boleh ada pemisahan antara iman dan moral. Iman memiliki pesan moral; kehidupan yang bermoral merupakan kesaksian iman.
Beragama Ekuivalen dengan Bermoral?
Tidak bisa disangkal, agama memiliki korelasi positif dengan moral. Setiap agama mengandung ajaran moral yang mengarahkan penganutnya untuk bertindak baik kepada orang lain. Mengenai ajaran moral yang terkandung dalam suatu agama, K. Bertens menguraikan bahwa ada dua macam peraturan hidup beragama yang mendukung orang bertindak moral. Di satu pihak ada macam-macam peraturan yang agak mendetail tentang makanan yang haram, puasa, ibadah dan sebagainya. Di pihak lain ada peraturan etis melampaui kepentingan agama tertentu seperti jangan membunuh, jangan bersaksi dusta, jangan bersinah dan jangan mencuri. Peraturan kedua ini hampir diterima dalam semua agama dan menjadi dasar tindakan moral.







Tinggalkan Balasan