Kupang, KN – Keterbatasan akses sanitasi layak dan akses air bersih dapat menimbulkan dampak turunan terhadap kesehatan dan kualitas hidup masyarakat (Karisoh dkk, 2020). Kurangnya akses terhadap air bersih dan sanitasi yang memadai dapat menyebabkan peningkatan risiko penyakit stunting (Nirmalasari, 2020).
Buruknya pengelolaan sanitasi dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, khususnya sumber air tanah dan permukaan, yang pada akhirnya memperparah masalah kesehatan masyarakat. Dampak buruk dari kondisi ini semakin serius ketika dikaitkan dengan risiko penyakit stunting pada anak-anak. Stunting adalah kondisi kekurangan gizi kronis yang menyebabkan gangguan pertumbuhan anak sehingga tinggi badannya lebih rendah dari standar usianya (UNICEF/WHO/World Bank Group, 2021). Penyebab stunting tidak hanya terbatas pada asupan makanan yang tidak memadai, tetapi juga dipengaruhi oleh buruknya sanitasi dan akses terhadap air bersih. Sanitasi yang buruk meningkatkan paparan terhadap patogen yang menyebabkan infeksi berulang pada saluran pencernaan, yang pada akhirnya menghambat penyerapan nutrisi penting.



Tinggalkan Balasan