Pembangunan jamban tersebut disertai pula dengan pelatihan pemanfaatan dan perawatan kepada warga, serta bagaimana masyarakat mengelola limbah bekas air mandi dan air cucian, agar keberlanjutan penggunaan fasilitas tersebut tetap terjaga. Tim ITB juga merancang pendekatan berbasis partisipasi masyarakat, agar warga merasa memiliki dan turut menjaga hasil pembangunan.
Melalui intervensi ini, diharapkan tidak hanya aspek fisik yang terbangun, tetapi juga kesadaran kolektif masyarakat untuk hidup lebih sehat. Program ini akan terus dikembangkan secara bertahap, dan Tim DPMK ITB membuka ruang kolaborasi dengan pemangku kepentingan lokal untuk memperluas dampak positif di Desa Oni.

Kemudian, melanjutkan program pengabdian tahun sebelumnya, yaitu pemasangan jaringan perpipaan air bersih, pada tahun ini Tim DPMK ITB juga kembali melanjutkan program tersebut dengan membangun jaringan perpipaan sejauh 250 meter di RT 001 RW 001, Dusun 1. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas cakupan akses air bersih bagi masyarakat yang selama ini masih bergantung pada sumber air yang kurang layak dan tidak selalu tersedia sepanjang tahun.
Pemasangan jaringan perpipaan ini merupakan respons langsung terhadap hasil pemetaan partisipatif bersama perangkat Desa Oni, yang menunjukkan bahwa RT 01 termasuk wilayah dengan kebutuhan mendesak terhadap akses air bersih. Selain pembangunan fisik, tim juga memberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan air minum yang higienis, termasuk praktik penyimpanan dan penggunaan air di tingkat rumah tangga.



Tinggalkan Balasan