Berdasarkan data dari BPS (2024), persentase balita stunting di Nusa Tenggara Timur adalah 16.9%, dan di Kabupaten Timor Tengah Selatan 24,2%, dimana naik 2.2% dari tahun sebelumnya. Sedangkan jumlah anak di Desa Oni, Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan yang teridentifikasi stunting pada tahun 2024 sebanyak 52 orang, dengan rincian bayi dibawah dua tahun 31 orang dan diatas 2 tahun 16 orang (UPT Puskesmas Kualin, 2024).
Upaya untuk meningkatkan akses sanitasi layak dan akses air bersih menjadi salah satu langkah strategis dalam rantai penyebab stunting dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan demikian, dibutuhkan upaya untuk meningkatkan akses terhadap sanitasi layak dan air bersih di Desa Oni yang sejalan dengan pencegahan peningkatan prevalensi stunting dan tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (sustainable development goals/SDGs) ke-6.
Pada tahun 2024, tim Pengabdian Masyarakat ITB skema top-down, telah berkontribusi dalam mengatasi tantangan yang dihadapi oleh Desa Oni, berupa penambahan sarana jaringan air bersih sepanjang 1,8 km, membangun tandon air dan telah membangun 4 (empat) jamban layak yang digunakan secara komunal untuk masyarakat di sekitarnya.



Tinggalkan Balasan