
Kemudian, melanjutkan program pengabdian tahun sebelumnya, yaitu pemasangan jaringan perpipaan air bersih, pada tahun ini Tim DPMK ITB juga kembali melanjutkan program tersebut dengan membangun jaringan perpipaan sejauh 250 meter di RT 001 RW 001, Dusun 1. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas cakupan akses air bersih bagi masyarakat yang selama ini masih bergantung pada sumber air yang kurang layak dan tidak selalu tersedia sepanjang tahun.
Pemasangan jaringan perpipaan ini merupakan respons langsung terhadap hasil pemetaan partisipatif bersama perangkat Desa Oni, yang menunjukkan bahwa RT 01 termasuk wilayah dengan kebutuhan mendesak terhadap akses air bersih. Selain pembangunan fisik, tim juga memberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan air minum yang higienis, termasuk praktik penyimpanan dan penggunaan air di tingkat rumah tangga.

Tak hanya melakukan perbaikan jamban dan sarana sanitasi, tim DPMK ITB juga menunjukan komitmen dalam mendukung pembangunan kesehatan di Desa Oni dengan melakukan sosialisasi pencegahan stunting kepada warga, khususnya ibu-ibu yang memiliki balita.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa stunting bukan hanya persoalan kurang gizi, tetapi juga berkaitan erat dengan sanitasi yang buruk dan keterbatasan akses terhadap air bersih. Melalui pendekatan langsung, tim memberikan edukasi tentang pentingnya memiliki jamban sehat, menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan air minum yang aman, serta pola makan sehat dan bergizi seimbang bagi ibu dan anak. Tim DPMK ITB yang diketuai oleh Dr. Ir. Katharina Oginawati, MS., dan beranggotakan Ir. Rudy Gunradi, Dr. Nurul Fahimah, S.T., M.T., Rovina Aleksandria Egu Mite, S.T., M.T., serta mahasiswa ITB Raihan Muhammad Alif, dengan aparat Desa Oni, ingin masyarakat memahami bahwa stunting bisa dicegah sejak dini, dan itu tidak selalu soal makanan, tetapi lingkungan yang sehat, jamban yang layak, serta akses air bersih juga memiliki peran sangat penting dalam pencegahan stunting.







Tinggalkan Balasan